Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

Bila Ku (Perempuan) Jatuh Cinta

       Hai gengs! Sebelumnya terimakasih sudah mampir dan meninggalkan jejak di tulisan ini. Anyway , Tulisan ini terilhami lantaran beberapa waktu lalu seorang teman mem posting link instagram video presenter kawakan Najwa Shihab tentang ‘jodoh’ di grup Whatsapp (yang saat ini sedang ku gandrungi… eaaakk.. lebay dikit gpp lah yah!). Yap, seperti biasa di sepertiga malam (sekalian ngabisin jatah kuota midnight , daripada mubadzir) saya langsung membuka youtube dan menonton wawancara Mbak Najwa dengan Abi Quraish.         Satu hal yang menarik bagi saya adalah ketika Abi menjelaskan bahwa jodoh itu harus dijemput dan diusahakan. Kemudian, beliau juga mengatakan bahwa hal yang paling mudah untuk dilakukan dalam menjemput jodoh adalah dengan berdoa. Tanpa mengurangi rasa hormat saya terhadap Abi, saya kurang sependapat dengan beliau dalam hal ini. Menurut saya, justru bedoa adalah hal yang sangat sulit dilakukan...

Amatir

Sebenarnya pada posting minggu ini saya ingin menulis tentang perasaan bersalah saya sebagai seorang guru tempo hari.   Namun, hari ini ada satu pengalaman yang benar-benar membuat jemari saya gatal untuk segera menuliskannya. Tadi sore ketika saya sedang menyusun PTK untuk membantu ibu dalam memenuhi syarat kenaikan tingkat, Bapak bertanya kepada saya, “Ya, gelem dadi host acarane Pak Ribut?” Tanpa pikir panjang saya mengiyakan, “Purun Pak, janji enek fuluse. Hehehehe.” Yawis, ndang macak gek budhal! Omegaaat! Betapa terkejutnya dan betapa bodohnya saya. Kenapa mulut saya harus menjawab demikian, saya yang notabene adalah mantan mahasiswa Pendidikan Matematika bahkan belum pernah sama sekali berkecimpung dalam dunia jurnalistik atau semacamnya. Hari ini, tanpa persiapan sama sekali saya harus mengisi acara yang saya sendiri tidak mengetahui bagaimana alur acara yang akan saya bawakan. Bahkan nama dan tema acaranya saja saya tidak tahu. Singkatnya, saya hanya bermodal ‘ra...

Ruang Sendiri

Gambar
Ada banyak hal di dunia ini yang lebih baik menjadi tanda tanya. Yang akan kau tanyakan sebab dan alasannya.  Dalam setiap dimensi zaman tersisa beribu pertanyaan. Semakin menua bukan berarti kita akan paham segalanya. Meski pohon besar tumbuh menjulang mendekati mega, ia tak akan mampu memahami bahasa semut yang berbaris di kakinya atau burung-burung yang singgah di lengannya. Pun, gelak tawa bocah yang bermain di bawah rimbunan daun-daunnya. Dalam setiap bilik waktu tersisa beribu pertanyaan. Yang akan selalu kau tanyakan pada hembus angin. Kenapa Tuhan membiarkan ketidakadilan yang memasung hak-hak dan kebebasan. Kenapa selalu terselip keburukan di antara kebaikan. Kenapa harus ada si miskin ketika Tuhan dapat dengan mudah menjadikan kaya para hamba-Nya. Kenapa harus ada perbedan jika ia menyulut perselisihan.  Dalam setiap potong peristiwa tersisa beribu pertanyaan. Yang selalu menggema dalam ingatan. Yang mengetuk pintu-pintu. Menggelitik akal pikiran...

Bercerminlah Pada Kami!

Gambar
 Hi, gaes! terimaksih sudah mampir di blog yang masih bau kencur ini. Tulisan ini ditulis karena maraknya ANIMAL ABUSED akhir-akhir ini. Yup, sebagai salah satu pecinta hewan dan makhluk hidup lainnya (tentunya) saya sangat mengutuk penyiksaan hewan (kamu pasti di pihakku juga kan?). Semoga tulisan ini dapat membuka pikiran kita, bahwa kita dapat belajar dari mana saja dan dari siapa saja. Bahkan kawanan hewan pun terkadang lebih berbudi daripada kita (menurut gue).  I'm an amateur writter, akan sangat berterimakasih jika kawan-kawan semua bersedia untuk mengkritisi tulisan acak adul ini  :)  Selamat menikmati eh membaca ding! ***    Katanya, engkau makhluk paling mulia. Engkau makhluk yang begitu diagungkan. Engkau makhluk yang selalu dipuja. Engkau punya akal dan pikiran yang hanya diistimewakan untuk makhluk-makhluk sepertimu. Namun, entahlah, aku mulai meragukan kemuliaanmu. Ada setitik kebencian menyusupi hatiku. Kurasa, engka...