Pohon Pisang
Angin berhembus pelan menggoyangkan tangkai-tangkai ilalang. Lia menerawang jauh mengamati langit biru. Merasakan hembusan angin menelisik rambutnya. Dihadapannya puluhan petani sibuk dengan usahanya. Memanen padi yang menguning. Menggiling padi hingga menjadi butir-butir beras putih. Sesaat pandangannya mengarah pada seorang kakek yang tengah menebang pohon pisang. Pohon itu berukuran cukup besar bila dibandingkan dengan perawakan kakek itu yang terbilang kurus. Urat dan otot bermuculan dipermukaan kulitnya yang berkeringat diterpa sinar matahari. Lia berjalan mendekati kakek tua itu. “Loh Kek, kok pohonnya ditebang. Kan sayang, besar-besar begini ditebang.” Protes Lia pada Kakek itu. Si Kakek tersenyum, memamerkan rentetan gigi yang tak lagi sempurna. Beberapa gigi seri dan gerahamnya tanggal dimakan usia. “ Nduk , kalau pisang ini tidak ku tebang, tetap akan percuma saja, dia tetap akan mati. Mengering. Dia tak bisa berbuah lagi, tapi setidaknya pisang ini sud...