Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2018

Pohon Pisang

Angin berhembus pelan menggoyangkan tangkai-tangkai ilalang. Lia menerawang jauh mengamati langit biru. Merasakan hembusan angin menelisik rambutnya. Dihadapannya puluhan petani sibuk dengan usahanya. Memanen padi yang menguning. Menggiling padi hingga menjadi butir-butir beras putih. Sesaat pandangannya mengarah pada seorang kakek yang tengah menebang pohon pisang. Pohon itu berukuran cukup besar bila dibandingkan dengan perawakan kakek itu yang terbilang kurus. Urat dan otot bermuculan dipermukaan kulitnya yang berkeringat diterpa sinar matahari. Lia berjalan mendekati kakek tua itu. “Loh Kek, kok pohonnya ditebang. Kan sayang, besar-besar begini ditebang.” Protes Lia pada Kakek itu. Si Kakek tersenyum, memamerkan rentetan gigi yang tak lagi sempurna. Beberapa gigi seri dan gerahamnya tanggal dimakan usia. “ Nduk , kalau pisang ini tidak ku   tebang, tetap akan percuma saja, dia tetap akan mati. Mengering. Dia tak bisa berbuah lagi, tapi   setidaknya pisang ini sud...

Empat Anasir

Gambar
Lia berdiri di suatu tempat. Ada ratusan bahkan ribuan anak tangga yang menuju entah ke mana. Pandangannya mengedar. Tubuhnya dikelilingi 4 anasir: tanah, api, angin, dan air. Gadis itu mengira dia telah bebas. Bebas dari warna-warna laksana mata pisau yang senantiasa membidik dan siap menghujam tubuhnya kapan saja. Tapi, jangankan bebas, ribuan pertanyaan semakin sesak menjejali otak.  Gadis itu menatap nanar dan penuh tanda tanya.Tatapannya masih sama seperti beberapa waktu sebelumnya. Waktu di saat tubuh ringkihnya diterpa tirai jendela yang menjilat-jilat seolah siap menelannya. Tunggu! Benarkah kejadian itu masih berselang beberapa waktu dari sekarang? Ku rasa tidak. Tapi mungkin saja juga iya. Ah, siapa yang mampu menafsir relativitas waktu. Dalam hati, Lia bertanya-tanya, ‘ apakah aku sudah mati? ’ lalu muncul pertanyaan lagi ‘ ke mana hidup pergi setelah mati? ’, lalu ‘ kenapa ada api, angin, tanah, dan air—apa maksud dari semua ini? ’. Pandangannya tertuju pada ki...