Bercerminlah Pada Kami!
Hi, gaes! terimaksih sudah mampir di blog yang masih bau kencur ini. Tulisan ini ditulis karena maraknya ANIMAL ABUSED akhir-akhir ini. Yup, sebagai salah satu pecinta hewan dan makhluk hidup lainnya (tentunya) saya sangat mengutuk penyiksaan hewan (kamu pasti di pihakku juga kan?). Semoga tulisan ini dapat membuka pikiran kita, bahwa kita dapat belajar dari mana saja dan dari siapa saja. Bahkan kawanan hewan pun terkadang lebih berbudi daripada kita (menurut gue).
I'm an amateur writter, akan sangat berterimakasih jika kawan-kawan semua bersedia untuk mengkritisi tulisan acak adul ini :)
Selamat menikmati eh membaca ding!
***
Katanya, engkau makhluk
paling mulia. Engkau makhluk yang begitu diagungkan. Engkau makhluk yang selalu
dipuja. Engkau punya akal dan pikiran yang hanya diistimewakan untuk makhluk-makhluk
sepertimu. Namun, entahlah, aku mulai meragukan kemuliaanmu. Ada setitik
kebencian menyusupi hatiku. Kurasa, engkau tiada lebih baik dari kami, makhluk pandir
yang tak bernasib mujur layaknya dirimu. Kami hanyalah makhluk yang terserak
dari peradaban. Yang dikaruniai nafsu, tanpa kemampuan berpikir sepertimu.
Lihatlah, segala
kelakuanmu! Nafas serakahmu berhembus laksana angin gurun. Kering dan berdebu!
Kau cerdik sebatas untuk mengisi perut sendiri. Kau berbudi, sebatas menutupi perangaian
keji. Sungguh, kau penuh tipu muslihat! Kata-kata manis hanyalah balutan lisan
yang pahit. Pintu hatimu rapat terkunci. Tak tersimpan bahkan sepetak ruang
untuk kebaikan yang mengisi.
Harusnya engkau
bercermin pada kami, kawanan binatang jalang yang terbuang. Agar kau tak
menjadi begitu congkak dan bangga dengan diri sendiri. Lihatlah kawanan harimau,
yang taringnya menetapi lingkar keteraturan, yang berburu sebatas untuk
meredakan rasa lapar. Lalu menyisakan sebagian mangsa buruan, untuk disantap
kawanan elang dan burung-burung kelaparan.
Bercerminlah kepada
kami kaum binatang yang terbelakang, yang selama ini dipandang sebelah mata. Bercerminlah
kepada burung-burung yang kebebasannya senantiasa dihantui bidik senapan. Belajarlah
pada mereka yang bersama-sama mengudara bermil-mil jauhnya, yang memegang teguh
kesetiaan, yang tiada pernah meninggalkan kawan lain yang tertinggal.
Bercerminlah pada kaum
binatang yang terasing! Yang terkoyak keselamatannya. Yang terlucuti
kebebasannya. Bercerminlah pada koloni semut yang lemah. Yang jauh lebih
mengerti porsi-porsi. Yang bertanggung jawab penuh atas tugas yang diberi. Yang
hidup dalam harmoni. Tengoklah ke halaman sana! Lihatlah kehidupan mereka! Yang
secara naluriah menetapi keteraturan. Pemimpin yang pasti bijak memimpin. Pekerja
yang selalu teguh bekerja. Penjaga yang siaga berjaga. Mereka setia dalam berkawan.
Mereka rela berkorban, meski perut harus menyimpan makanan melebihi ukurannya, lalu
berjalan terseok untuk dibagi dengan kawan-kawan lainnya. Tak mengapa itulah
pengorbanan.
Bercerminlah pada
kawanan lebah-lebah! Yang hidupnya penuh kebaikan. Yang menghasilkan madu berjuta
manfaat. Lihatlah mereka yang hanya mencecap sebagian dari bunga-bunga tanpa
melakukan sedikit pun kerusakan. Bahkan sesekali membantu meneruskan
generasinya.
Bercerminlah pada daur hidup
kupu-kupu. Ketika ulatnya menggeliat mengundang jijik. Lalu, dijembatani masa
pupa yang tak terusik saat teguh berjuang membunuh nafsu. Untuk memantaskan
diri, menjadi pribadi yang pantas disenangi.
Renungkanlah wahai
manusia! bersama putaran roda kehidupan ini engkau belajar. Karena engkaulah
yang menggenggam kuncinya. Dengan kunci itu engkau bebas memahami makna
kebebasan. Bukan bebas memasung kebebasan ataupun merampas hak-hak. Karena engkau
tidak tercipta sebagai kawanan begal yang tak bermoral.

Animal abused itu emang fenomena, dan dia ada di mana2. Gak cuman animal abused, power abused, human abused dan abused2 yang lain sekarang ini sudah jadi tradisi sebenarnya.. However, I like your writing, seperti esai yang berselingkuh dengan puisi heuheuheu.... Keep on writing ya 😁
BalasHapusIyaa, betul sekali. Geram banget sama segala hal yg berbau abused.. Tengkyu kakak.. Btw, tulisanku doang loh yg suka selingkuh #eh.
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Hapushidup bagiku serangkaian proses renungan yg tak henti belajar memahami apa yg terhampar d hadapan kita. terima kasih sudah mengingatkan.
BalasHapusHihihihi... Siaaap mas.. Makasih juga uda mampir...
HapusKetika membahas tentang abused" an, hal yg paling laten ditinggalkan yaitu, kesakitan.
BalasHapusHehe..
Semakin susah, kita manusia yg merasa selalu lebih punya power akan susah untuk berubah. Astaghfirullah...
Tulisan kamu bagus, ngena banget. Kombinasi nature nya puisi sama nature nya artikel. Mantap. Keep writing
Kesakitan?? Hmm.. Sepertinya ada trauma mendalam nih.. Btw, makasih masukannya...
HapusKeren mba. Suka😍 love your style!
BalasHapusHihihi.. Makasih Ichal.. Btw, mana nih puisi alaymu??
Hapus