KISAH BATU*



KISAH BATU*

Dia berlari. Berlari sejauh mungkin. Tanpa peduli arah dan tujuan. Yang penting baginya adalah meninggalkan tempat itu. Secepatnya. Sejauh mungkin. Hatinya bergejolak. Perjuangannya belajar selama ini tidak berbuah hasil. Meski rajin, dia tetaplah murid terbodoh di kelasnya, prestasi teman-temannya telah melejit jauh di atasnya. Dia telah lelah. Menyerah. Putus asa. Mungkin Allah memang menciptakannya sebagai orang yang kurang beruntung. 
Malam kian pekat. Titik air pun mulai berjatuhan dari langit maha luas. Dari kegelapan, pandangannya menangkap sebuah goa. Hujan lebat membawanya berteduh di sana. Dia terduduk, merenungi keputusannya. Entah, adakah pembenaran untuk keputusan ini? Tapi, bukankah manusiawi apabila kesabaran seseorang ada batasnya, dan sekarang dia sudah berada di luar jaungkauan titik batas kesabaran.
Dari sudut lain, terdengar bunyi tetes air memecah keheningan. Suatu kekuatan mendorongnya  menuju sumber suara itu. Didapatinya air hujan menetes dari atap goa. Setetes demi setetes menetesi bongkahan batu di bawahnya. Lamat-lamat diperhatikannya tetes air itu. Sekian lama dia memperhatikan peristiwa itu. Batu dalam hatinya pun perlahan lebur. Inilah jawaban Allah akan kebimbangan yang mendera batinnya selama ini.
Meski 'ia' hanya benda cair dan berukuran kecil, tapi lihatlah batu keras di bawahnya. Dengan perlahan namun konstan, setetes demi setetes, bulir air itu menghempas debu dan mengikis partikel batu. Mencetak lubang yang dalam dan semakin dalam.  Hingga pada suatu ketika batu yang keras itu pasti akan pecah olehnya. Bukan karena lapuk atau usia batu yang kian menua. Tapi karena konsistensi tetes air. Meski kecil dan perlahan, namun di situlah kekuatannya. Ya, kekuatan tetes air itulah yang mengantarkan dia menjadi seorang Ulama Besar. Ibnu Hajar.
***

Ya, konsistensi atau terus menerus dalam  Islam sering diisebut istiqomah. Istiqomah bukanlah suatu hal yang rumit bahkan dapat dikatakan istiqomah adalah suatu hal yang sepele. Meski begitu, pada kenyataannya istiqomah sangatlan sulit untuk dilakukan. Itulah mengapa istiqomah merupakan amalan yang memiliki nilai tinggi di mata Allah. Sebagaimana Ibnu Hajar yang meraih kesuksesan dalam menuntut Ilmu hingga menjadi Ulama Besar karena istiqomah.


*Inspired by Speech of (Alm) KH. Moch. Zaki, Pengasuh Ponpes Jawaahirul Hikmah.



Komentar

  1. Memang konsisten/istiqomah itu susah. Ada saja tantangan yang tersebar dalam usaha beristiqomah. Semoga bisa istiqomah menulis hehe.

    Nice post... Keep writing ya!

    BalasHapus
  2. The Best Sports toto Bet on - Sporting100
    There are also plenty of other ways to bet online. Some novcasino of https://tricktactoe.com/ them include a sportsbook, online งานออนไลน์ casino, and poormansguidetocasinogambling.com betting 토토 사이트 추천 site. If you are looking for a way to

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertunjukan Bayang-bayang

Pohon Pisang

Penyesalan